Cara Dulang Emas

How "Panning" hold gold......

Bagaimana Cara "Dulang" menangkap emas



Dulang atau istilah asingnya "Panning" adalah alat berbentuk semacam panci penggorengan yang dipergunakan untuk mengambil emas dari suatu endapan sungai, sistim kerja pendulangan emas ini adalah grafitasi gaya berat dan gaya Centrifugal. 

Material yang mempunyai berat lebih besar akan terkonsentrasi di bagian tengah dan sebaliknya yang ringan terpinggirkan dan terbuang. 

Oleh sebab itu material yang akan didulang di remas remas dahulu supaya menjadi solusi bercampur butiran emas.

Kemudian secara mekanika berat , kalau dulang digoyang maka material solusi ringan (lumpur, clay, others mineral ringan non gold) akan keluar dan yang berat (butiran emas, galena, besi) tetap di dalam dulang.

So, mengapa mendulang itu tidak diangkat, melainkan dibiarkan mengapung dalam air , dan baru digoyang memutar melawan arah jarum jam. Dengan cara sedikit saja menekan sisi kanan dulang.

Nah media yang menghanyutkan material aluvial dapat bermacam macam berupa :
  1. media air, 
  2. media gletser atau juga 
  3. media angin.

Apa Alluvial itu.?

Alluvial: adalah material hasil erosi batuan termineralisasi mengandung emas dari hulu ataupun perbukitan dan di hanyutkan oleh media air sungai dan kemudian di endapan kan di aliran sungai di hilir, kejadian itu dapat terjadi pada masa kini maupun masa lampau.  Sehingga alluvial akan mengandungi material bersifat halus clay, dan kasar berupa pasir , bahkan lebih kasar lagi kerikil maupun Boulder.

Dimana letak lokasi alluvial itu.?.

Saat sekarang dapat merupakan area paya paya kering atau basah, lembah sungai, dataran banjir suatu sungai, dataran rendah yang dulu sungai purba, semua tempat yang pernah menjadi lokasi diendapkannya suatu hanyutan batuan termineralisasi.

Bagaimana cara mengetahuinya..?

Tentu saja dengan membuat Test Pit, dengan alat gali cangkul , maupun excavator, sedalam sampai ketemu batuan dasar "kong". Kemudian di test dengan mendulang bagian yang mengandungi emas , umumnya bagian berdekatan dengan batuan dasar dan ketebalannya paling hanya 1 kaki, atau 2 kaki saja.
Bagian zona lapisan ini di sebut "pay dirt"

Apa Filosofinya .? 

Filosofinya adalah berat jenis emas sama dengan 19, sedang berat jenis batu, pasir, tanah liat, clay lebih kecil antara 1.9 sampai dengan 2.4 , maka untuk base metal dan emas dengan berat jenis lebih besar akan berada di endapan paling bawah. Maka itulah terkumpul di bagian zona "pay dirt"

Ada berapa macam bentuk "Dulang".?
Bermacam macam orang mendulang dengan alat dan kebiasaannya masing masing, ada lah :
1. Dulang Kayu : 35cm, 45Cm dan 55 Cm
2. Dulang Plastik/Fiber : 50Cm, 55Cm dan 60Cm
3. Dulang Penggorengan : 30Cm dan 45Cm
4. Dulang di Bali sebagai alat penopang biasanya terbuat dari kayu.

Dulang Kayu : alat ini terbuat dari bahan kayu yang tahan akan lapuk dan tahan air, biasanya berasal dari kayu : Wosian, Merbau, Ulin, Jati , Pinis, Belalu

bentuk design umum dulang
Bahan dulang dari Kayu umumnya di cari kayu yang berserat kasar, tahan air dan tahan lapuk, tidak mudah retak. Sifat kasar pada bagian kayu ini membuat "breaker" pemisah butiran material aluvial yang didulang. Berat material sekali dulang dapat mencapai 15Kg terdiri dari campuran Clay, pasir dan kerikil, kerakal. Bahan kayunya umumnya kayu Ulin dari Borneo, kayu Wosian di North Sulawesi. dan kayu sejenisnya.




work with dulang
Kemudian cara kerjanya , material yang sudah dikumpulkan di dalam dulang, di remas remas untuk menjadi hancur dan sifat claynya larut oleh air dan terbuang hanyut. 
Maka sebaiknya mendulang pada air yang sedikit mengalir perlahan. Untuk memudahkan memisahkan koloid lumpur dengan butiran kasar mineral logam dasar.
Air semakin jernih semakin baik untuk mendulang, karena tidak terpengaruh perubahan densitas asli media air. Sehingga material berat, base metal dapat mengendap secara Centrifugal di bagian tengah dulangan tersebut.

Itulah maksud menguraikan material dengan cara meremas remas agar supaya benar benar pada saat diputar semua material dapat bergerak dan secara alami yang ringan keluar dengan teratur caranya sendiri.


dulang plastik
Dulang Plastik atau Fiber : juga banyak digunakan, namun hasilnya terpulang kepada kebiasaan pemakainya, ada yang senang dengan tradisional kayu  dan ada pula yang lainnya.
Dulang ini banyak di buat oleh pabrikan yang membuatnya, ada yang berbentuk terstruktur dan ada yang biasa saja.
Alat mendulang emas ini biasanya di pakai oleh orang yang tahu tempat membelinya. Dalam prakteknya penduduk sekitar kampong lebih senang memakai yang dari kayu maupun dari penggorengan aluminium.
Bagi orang luar negara mungkin selalunya banyak dijumpai alat seperti ini sehingga kurang pilihan.


Dulang dari Penggorengan: hal ini sering dijumpai di kampong kampong tradisional yang daerahnya banyak mengandung emas. Umumnya banyak penduduk sekitaran mendulang emas di sungai di lokasi disitu. Biasanya mempergunakan penggorengan aluminium yang di buat kasar bagian tengahnya dengan di kethok kethok sedikit dg besi.

Cara sukses mendulang emas alluvial

Semua alat pendulang emas tersebut di atas pada prinsipnya kerjanya sama saja, yaitu dengan mempergunakan konsep gaya centrifugal dan gaya berat.  

Yakinlah bahwa kamu sudah memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk kerja kerja hari ini semoga mendapatkan hasil yang maksimal atas kehendakNYA. 

Ada sementara orang tradisional yang memakai kepercayaan sugesti nya , dengan mengoles oles Kunyit Hitam di bagian belakang dulang, dengan maksud agar emas datang menempel dalam dulang. Bagus .......???? usaha, tapi musrik atau sirik tidak? ini lebih harus dipikirkan sebelum melakukan.

Secara disederhanakan urutan cara mendulang emas aluvial, emas hanyut adalah sebagai berikut :

1. Tentukan, atau cari lokasi yang kira kira emas banyak terjebak di balik arus berputar, "Turbulens current" dan biasanya sebalik batu batu bongkah, atau di tikungan aliran sungai. Material endapan selayaknya percampuran pasir dan kerikil serta sedikit clay, bukan clay saja. Biasanya zona ini disebut "Zona Pay Dirt"

2. Ambillah material endapan di duga mengandung emas tersebut, secukupnya dulang, kira kira 10 Kg sd 15 Kg, untuk dulang berukuran 50 cm sd 60 cm.  

3. Cari ,geser ke tempat air yang sedikit mengalir dan jernih, kemudian cuci dengan meremas remas material di dalam dulang tersebut untuk memisahkan butir butir material kasar termasuk base metal dari lekat lumpur.

4. Sekarang mulailah memutar dulang, dalam posisimu duduk di dalam air, lakukanlah posisi dulang berisi material tadi setengah mengapung, supaya ringan digerakkan memutar.

5. Sedikit demi sedikit material ringan terlepas, sambil berjalan sambil membuang batu batu kasarnya dengan manual, tangan.

6. Tinggallah yang hampir akhir adalah amang dan butiran base metal termasuk emas.

7. Goyang sedikit lagi saja untuk menyisihkan emas dari butiran amang. dan sekarang tampak berapa butir dan bagaimana sifat emasnya. Cuba perhatikan bentuk, ukuran, kesan teksturnya.


Perhatikan video ..."Mendulang Emas"

Hasil dari aktivitas mendulang dapat emas dan amang, dalam prakteknya penduduk melakukan eksploitasi cara tradisional ini sangatlah sederhana sekali dan umumnya kurang pengetahuan di mana lokasi tersembunyi target emas itu. penghasilan sekali dulang sekitar 3 butir sampai 10 butir saja , atau sekitar 1 gram sampai dengan 3 gram seharian kerja.

Ciri ciri lokasi yang bagus dan dapat di lanjut kegiatan adalah:
1 x mendulang =   10 butir kasar tampak mata normal  ..............best  ok
1 x mendulang = 30 butir halus   ...............   bagus ok
1 x mendulang = banyak amang ............... kurang baik

Amang merupakan sekelompok base metal yang mungkin terdiri dari butiran besi, galena, chromite, zircon, manganese, mineral berat seperti piroksen, butiran batuan beku granit atau lainnya, dan pasir besian.
Degodego Semakin banyak pengetahuan membuat bijak

0 Response to "Cara Dulang Emas "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel